**************************

Jumat, 21 Oktober 2011

Link Kisah Para Muaallaf


Estanislao Soria, Pendeta Katolik Filipina

Menemukan Cahaya Islam




Estanislao Soria Estanislao Soria, Pendeta Katolik Filipina yang Menemukan Cahaya Islam
kisahmuallaf.com – Ketika tokoh Muslim Moro, Nur Misuari menyatakan wilayah Mindanao harus memisahkan diri dari Filipina dan menjadi negara Islam, Estanislao Soria menjadi orang yang paling menentang keinginan Misuari. Sebagai seorang tokoh agama Katolik yang lahir di Mindanao, ia menolak keras jika tanah kelahirannya diambil alih oleh orang-orang Muslim.
“Saya sangat tidak setuju dengan Misuari dan saya memelopori kampanye menentang gerakan Moro,” kata Soria yang populer di panggil “Father Stan”. Ketika itu, selain dikenal sebagai pendeta Katolik, Soria juga dikenal sebagai seorang sosiolog.
Sebagai seorang cendikiawan, ia tidak mau sembarangan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keinginan Misuari. Soria pun melakukan riset sejarah dan sosial serta membaca artikel-artikel tentang Islam, untuk memperkuat argumennya menolak tuntutan gerakan Moro yang ingin menjadikan Mindanao sebagai tanah air bagi Muslim Filipina. Tapi siapa nyana, artikel-artikel tentang Islam yang ia baca, justru membawanya menjadi seorang Muslim.
“Sebagai orang yang memahami bahasa Latin, Yunani dan Yahudi, saya pikir saya bisa mempelajari bahasa Arab dengan mudah. Saya juga ingin menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab ke bahasa Inggris dan menerjemahkan ideologi-ideologi Barat, misalnya ideologi eksistensialisme, ke dalam bahasa Arab. Tapi saya menyadari, ini adalah pekerjaan yang sulit,” kata Soria seperti dikutip dari Islamonline.
Ketika itu Soria meyakini, dengan banyak menerjemahkan artikel-artikel tentang ideologi Barat ke dalam bahasa Arab, akan membuat Muslim di Mindanao menghargai ajaran Kristen daripada ajaran Islam. “Saya ingin membuka wawasan berpikir mereka tentang kekristenan karena saya banyak mendengar hal-hal negatif tentang Muslim. Saya berpikir, mereka (Muslim) harus dididik,” ungkap Soria.
Tapi semakin ia mendalami bacaan-bacaanya tentang kekristenan, ia makin menyadari bahwa tokoh-tokoh gereja seperti Saint Thomas Aquinas ternyata banyak belajar dari buku-buku bacaan dan ajaran Islam. Begitu juga ideologi-ideologi dan ilmu teologi yang disebut-sebut sebagai berasal dari Barat, ternyata sudah sejak lama dibahas dalam Islam.
“Dari bacaan-bacaan itu saya mendapat pencerahan bahwa pemikiran-pemikiran tentang peradaban Barat banyak banyak yang mengambil dari ajaran-ajaran Islam. Dan setelah saya membaca lebih banyak lagi buku-buku yang ditulis pakar agama Islam, pandangan saya terhadap Islam seketika berubah,” papar Soria.
“Saya bahkan menyadari bahwa Injil Barnabas lebih kredibel dibandingkan dengan keempat injil yang dibawa oleh ajaran evangelis termasuk injil Kristen. Dari hasil riset sosiologi yang saya lakukan, saya juga banyak menemukan bahwa hal-hal negatif yang sering saya dengar tentang Muslim Filipina ternyata tidak benar,” tambah Soria.
Akhirnya, pada tahun 2001, Soria yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun sebagai pendeta di berbagai kota di Manila, menyatakan diri masuk Islam. Setelah mengucap syahadat, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Soria. Meski demikian, masih banyak orang, termasuk teman-temannya yang Muslim memanggilnya “Father Stan.”
Soria yang kini berusia 67 tahun mengatakan, ia mendapat hinaan dan kecaman dari kerabat dan rekan-rekan gerejanya ketika memutuskan menjadi seorang Muslim. Namun hinaan dan kecaman itu tidak membuatnya berat menanggalkan aktvitas kependetaan yang sudah dijalaninya selama 14 tahun dan membuatnya mantap untuk memeluk Islam.
Seiring perjalanan waktu, Soria mulai terbiasa menjalani kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Muslim. Bagi Soria, Islam bukan sekedar agama tapi sudah menjadi jalan hidupnya. Selama tujuh tahun menjadi seorang Muslim, Soria sudah lima kali menunaikan ibadah haji, menjadi anggota Gerakan Dakwah Islam di Filipina dan tahun 2004 menikah dengan seorang perempuan berusia 24 tahun, setelah sebelumnya menjalani hidup membujang sebagai pendeta Katolik.
“Dalam Islam, kita diajarkan, jika bisa mendisplinkan diri kita, Sang Pencipta akan mengabulkan harapan-harapan kita,” tandas Soria.
Menurut Soria, jika ada satu hal yang harus dicontoh umat Islam dari orang-orang Kristen adalah, gerakan mereka yang terorganisir dan terstruktur dengan sangat rapi. “Dengan memiliki struktur yang kuat seperti yang dimiliki kalangan Kristiani, akan mempermudah penyebaran Islam,” kata Soria.
Salah satu cara untuk memperkuat struktur umat Islam, tambah Soria, Muslim harus membangun universitas-universitas di seluruh dunia seperti yang dilakukan kelompok misionaris Kristen di berbagai belahan dunia.

Sumber:
KisahMuallaf.com
Link KisahMuaallaf.com

Berikut KisahMuallaf.com, me3nceritakan berbagai kisah para Muallaf yang dikategorikan dalam berbagai kategori dan profesi :


Dibutuhkan Guru dan Pengasuh Pondok


DIBUTUHKAN





Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan sebuah sekolah yang baru akan didirikan dan dipersiapkan untuk menghadapi KBM Tahun Pelajaran 2012/2013, membutuhkan :



  1. GURU SMP (GS)
  2. MUSYRIF-MUSYRIFAH / GURU TAHFIDZ / PENGASUH PONDOK (MM)



SYARAT-SYARAT

  1. Berijasah minimal S1
  2. Bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
  3. Memiliki hafalan Al-Qur’an 10-30 Juz (untuk MM), dan minimal 1 Juz (untuk GS)
  4. Lebih disukai bisa berbahasa Arab/Inggris.
  5. Jujur, sungguh-sungguh, dan visioner.
  6. Sehat.
  7. Lebih disukai sudah mengikuti Halaqoh Tarbiyah dengan aktif.
  8. Menjauhi pergaulan bebas yang negatif
  9. Hidup sehat tanpa rokok.
  10. Menjaga kehormatan dengan berjilbab / menutup aurat
  11. Bersedia tinggal di pondok/asrama (untuk MM). 
  12. Tinggal di sekitar Pekalongan (untuk GS)



Lamaran lengkap (CV, Fc Ijasah, Pas foto, Syahadah/Sertifikat yang dimiliki) dikirim ke : Sekretariat Yayasan P2SI Al-Ummah, Gedung TKIT Ulul Albab 2 Lantai II : Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Kota Pekalongan.
Formasi kebutuhan terbatas. Bagi yang memenuhi syarat dan dibutuhkan akan dipanggil mengikuti selesksi.



Senin, 17 Oktober 2011

Profil Alumni


OUTPUT PROFIL ALUMNI

Output alumni PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan setelah mengikuti pembelajaran diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut :

SETARA SMP / MTs (3 TAHUN):
1. Hafal Al-Qur’an 6 Juz (Full Day) dan 15 Juz (Boarding).
2. Muslim yang baik.
3. Warga Negara yang baik.
4. Siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

SETARA SMU / MA (6 TAHUN):
1. Hafal Al-Qur’an 10 Juz (Full Day) dan  30 Juz (Boarding).
2. Muslim yang memiliki pandangan yang syamil mutakammil.
3. Siap menjadi Da’i.
4. Siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kurikulum


KURIKULUM



Kurikulum PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan meliputi Kurikulum yang dipakai ada 2 yaitu Kurikulum SMPIT dan Kurikulum Tahfidzul Qur’an.

KURIKULUM SMPIT

Kurikulum SMPIT adalah Kurikulum perpaduan antara Kurikulum Nasional (KTSP) dengan Kurikulum Diniyah yang disusun secara mandiri oleh PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan. Penerapan kurikulum mengikuti agenda kegiatan belajar mengajar dengan instansti terkait yang berwenang. Sedang untuk waktu dan jam efektif belajar santri disusun berdasarkan kebijakan pimpinan PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan.

KURIKULUM TAHFIDZUL QUR’AN.

            Kurikulum ini disusun secara mandiri oleh Pondok Pesantren Assalaam Boarding School Pekalongan dengan fokus pada pencapaian target hafalan Al Qur’an para santri selama 3 - 6 tahun dengan waktu-waktu talaqi yang telah dialokasikan dan dijadwalkan oleh Pondok, dengan rincian sebagai berikut :
  • Program Reguler Santri SMPIT : 3 Tahun
  • Program Takhasus Santri SMPIT : 4 tahun.
  • Program I'dad Santri SMPIT : 4 Tahun ( 1 Tahun I'dad + 3 tahun reguler)
  • Program Reguler Santri SMPIT-SMAIT : 6 Tahun
  • Program I’dad Santri SMAIT : 4 Tahun.

LANDASAN PENYUSUNAN KURIKULUM

  1. Tahfidzul Qur’an adalah mata pelajaran utama.
  2. Materi penunjang diantaranya: tajwid, tafsir, tasmi’, daurah al qur’an
  3. Target Santri setara SMP/MTs sebanyak 15 juz selama 3 tahun
  4. Target Santri setara SMU/MA sebanyak 30 juz selama 6 tahun
  5. Nilai-nilai al qur’an menjadi spirit aktifitas.

TEKNIS PENCAPAIAN TARGET

  1. Santri dibagi menjadi beberapa Halaqah
  2. Rasio pengampu dan santri = 1 Guru : 15-20 santri
  3. Seluruh pengampu Tahfidz dibawah koordinasi seorang Mas’ul Tahfidz
  4. Mas’ul tahfidz adalah seorang Master Hafidz yang mutqon fii tilawah
  5. Alokasi waktu terbagi menjadi tiga : bakda shubuh, ashar, magrib-isya’.
  6. Ujian tahfidz melalui pintu seorang Master Hafidz.

MARHALAH TAHFIDZ.

Untuk menjamin mutu tahfidz maka dibuat jenjang-jenjang pemenuhan kompetensi dalam Tahfidz atau yang lebih dikenal dengan Marhalah Tahfiz. Ada dua marhalah yang harus dilalui para santri untuk dinyatakan lulus yaitu :

MARHALAH TAHSIN

Marhalah ini harus dilalui seluruh santri agar santri memiliki kompetensi membaca Al Qur’an secara tartil baik fashohah maupun tajwidnya. Ada empat marhalah tahsin yaitu :
1.  Tahsin makhraj
2.  Tahsin nun mati dan mim
3.  Tahsin mad
4.  Tahsin ghorib
5.  Marhalah Tahfidz.

Marhalah ketika santri sudah dinyatakan lulus Marhalah Tahsin.
Ada tiga hal yang dijadikan pedoman dalam pencapaian marhalah yaitu :
1.        Marhalah Tahsin target selesai dalam waktu maksimal 4 bulan
2.        Materi Tahsin disampaikan melalui mapel kelas dan daurah (takamuliyyah ).

Program Pembelajaran


PROGRAM PEMBELAJARAN


PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan adalah lembaga pendidikan yang memadukan sistem pendidikan salafiah ( tradisionil ) dengan sistem pendidikan modern yang berkembang saat ini. Dalam proses pembelajarannya diterapkan  sistem formal dan non formal yang terpadu. Implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk pembelajaran dengan sistem klasikal dan sistem talaqi.

SISTEM KLASIKAL

Disamping mengikuti program Tahfidzul Qur’an, santri juga mengikuti program pendidikan formal yang diselenggarakan selama lima hari dalam satu pekan. Santri mengikuti Kegiatatan Belajar Mengajar di kelas mulai pukul 07.30 – 14.05 WIB, dengan Kurikulum Nasional (KTSP) untuk materi-materi pelajaran umum dan materi-materi pelajaran Diniyah menggunakan Kurikulum pesantren.

SISTEM TALAQI

Diimplementasikan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an. Dalam sistem ini para santri dibagi kedalam Halaqoh-halaqoh Tahfidz .Tiap Halaqoh beranggotakan 15-20 santri yang diampu oleh satu ustadz atau ustadzah. Materi Talaqi meliputi ziadah dan murojaah.



ZIADAH

Kegiatan menghafal dan setoran hafalan baru dilaksanakan pagi hari dari sebelum sampai ba’da subuh. Santri menghafal sampai jam 06.00 WIB dan menyetorkan hafalan sampai pukul  6.30 WIB.

MUROJAAH

Aktivitas mengulang hafalan yang sudah disetorkan agar tidak hilang. Murojaah dilakukan setiap ba’da Ashar sampai 16.30 WIB.

JENIS PROGRAM

Jenjang SMPIT / MTs, meliputi :
  • Program Tahfidz Reguler SMPIT : 3 tahun
  • Program Tahfidz Tahasus SMPIT: 4 tahun
  • Program Tahfidz Reguler + I'dad SMPIT : 4 tahun

 Jenjang SMPIT / MTs - SMAIT / MA / SMK meliputi :
  • Program Tahfidz Reguler SMPIT-SMAIT : 6 tahun
  • Program Tahfidz Reguler+I'dad SMAIT : 4 tahun.

SISTEM NON FORMAL

            Pembelajaran Non Formal biasanya dilakukan diluar kelas. Pembelajaran non formal ini untuk menjaga keseimbangan antara teori dan  praktik. Melalui kegiatan ini, ilmu yang diperoleh dari kelas langsung bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, sekaligus untuk menguatkan ilmu para santri. Kegiatan-kegiatan non formal meliputi :

1.    Organisasi Santri Assalaam Boarding School Pekalongan ( OSA ) merupakan wadah bagi santri untuk berlatih organisasi dan kepemimpinan. OSA putra dan OSA putri dipisah.
2.    Khitobah sebagai wadah latihan ketrampilan berpidato/orasi dalam bahasa Arab, Inggris dan Indonesia.
3.    Tasmi’ sebagai media bagi santri  menampilkan kelancaran hafalan dengan disimak santri yang lain.
4.    Tajwidul Lughoh merupakan kegiatan praktik berbahasa arab terbimbing dimaksudkan agar santri dapat mengasah kelancaran percakapan bahasa Arab mereka sehari-hari.
5. Tajwidul Mufrodat merupakan aktivitas pengayaan kosa kata bahasa arab secara berkelompok.
6. Ekstrakurikuler dilaksanakan serentak setiap hari sabtu. Ada bermacam macam ekstrakurikuler yang dapat diikuti santri yaitu ; Khot, Qiroah, Nasyid, KIR, Jurnalistik, Broadcasting, dan Pramuka SIT.
7.    Mukhoyam Al-Qur’an sebagai media santri/siswa untuk bisa berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan kuantitas yang banyak.
8. Mentoring merupakan bimbingan khusus yang diberikan kepada para santri untuk membentuk  kepribadian Islam.
9.    Dan beberapa Variasi kegiatan lainnya seperti SuperCamp, BusinesDay, dll sebagai media santri/siswa untuk bisa mengekspresikan seluruh potensi dan kemampuannya.

Sistem formal dan nonformal diatas diprogramkan dan dipraktekkan secara terpadu, sehingga semua materi merupakan satu kesatuan yang utuh.

Visi Misi dan Tujuan


VISI, MISI, TUJUAN DAN KARAKTERISTIK



Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan memiliki visi, misi, tujuan dan Karakteristi sebagai berikut :



Visi      :
Terwujudnya generasi Qur’ani pengemban risalah Islam, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, terampil dalam hidup dan siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Indikator Visi  :
1.     Siswa mampu membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.
2.  Terbentuknya syaksiyah Islamiyah (kepribadian Islami) pada peserta didik dan semua civitas akademika.
3.     Terwujudnya kader dakwah yang tangguh
4.  Pembelajaran yang terpadu, menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.    Pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.    Pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7. Menjadi lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Jumat, 07 Oktober 2011

PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan


ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN


 Perubahan Gambar Blok Plan
Pondok Pesantren Assalaam Boarding School


Rapat Yayasan pada Kamis, 6 Oktober 2011 bertempat di Masjid Al-Islah pada agenda persiapan pembangunan SMPIT telah diputuskan untuk perubahan nama, dari yang semula direncanakan bernama Pesantren Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School Ishlahul Ummah, diganti menjadi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an ASSALAAM.

Kemudian untuk branding nama Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Assalaam sekaligus untuk nama SMP Islam Terpadu, direncanakan dengan nama :

ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN.
(ABSP)
Insya Allah pada bulan Oktober ini, proses pengurukan akan segera dilaksanakan. Insya Allah pembangunan tahap 1 Komplek Gedung Pesantren Tahfidzul Qur'an Assalaam  akan segera dilaksanakan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan pada para dermawan/donatur dan Muhlisin yang telah dan akan memberikn sodaqoh, Infaq, dan Wakafnya. Semoga pembangunan dan pengelolaannya nanti bisa lancar dan banyak memberikan manfaat bagi ummat dan bangsa.

Blok Plan Ponpes Tahfidzul Qur'an ABSP 




Rencana Gedung Asrama Santri







Rencana Gedung Pembelajaran





Kamis, 11 Agustus 2011

Bahan Ajar IPA SMP Oleh Jendela Kelas Kita


BAHAN AJAR IPA SMP
OLEH JENDELA KELAS KITA




BAHAN AJAR IPA SMP


Bahan Ajar IPA SMP

KELAS VII SEMESTER 1
KELAS VII SEMESTER 2

KELAS VIII SEMESTER 1

KELAS VIII SEMESTER 2

KELAS IX SEMESTER 1

KELAS IX SEMESTER 2

Download Bahan Ajar IPS SMP Oleh Cak Diyon

Senin, 08 Agustus 2011

10 Peringkat Jalur Kereta Api Paling Mengerikan


10 PERINGKAT JALUR KERETA API
PALING MENGERIKAN DI DUNIA


Beberapa jalur kereta api paling berbahaya di dunia :

1. Kuranda Scenic Railway, Australia


Scenic pada namanya yang berarti “pemandangan yang indah” tetapi juga mempunyai jalur yang memusingkan. Terukir di hutan hujan tropis yang lebat sejak akhir 1800-an, mempunyai rangka bawah yang mencengangkan, dan melewati air terjun yang terkadang butiran-butiran air nya muncrat kearah kereta. Jalur kereta ini melintasi Barron Gorge National Park.

2. Argo Gede Train, Indonesia


Selama 3 jam perjalanan dari stasiun Gambir Jakarta menuju Bandung anda akan melewati gunung yang berwarna kehijauan yang sangat indah, melewati lembah sungai yang dalam, dan yang paling mencengangkan anda akan melewati jembatan Cikurutug yang tinggi dengan pemandangan hamparan sawah yang terlihat kehijauan yang menenangkan. Pada tahun 2002 terdapat kejadian kereta yang keluar dari track nya, untungnya tidak terjadi korban.

3. Outeniqua Choo-Tjoe Train, Afrika Selatan


pada awal dibukanya jalur kereta ini pada tahun 1908 terdapat kejadian yang disebabkan kayu pada track jatuh beserta keretanya. Meskipun sekarang jalur ini lebih aman, anda akan tetap menarik napas panjang ketika melewati jembatan Kaaimans yang berdiri diatas samudera Hindia.

4. Cumbres & Toltec Scenic Railroad, New Mexico


Jalur kereta ini sudah menimbukan kesan oohh dan aahh sejak tahun 1880. Berangkat dari kota bagian utara yang jauh Chama, kereta berupaya dengan seimbang melewati rangka-rangka dari rel yang sudah tua, melewati birai sempit menempel di atas 800-kaki Taman Toltec, dan angin lebih dari 10.015 kaki Cumbres Pass (melewati gunung tertinggi dicapai dengan kereta api di Amerika Serikat).

5. Tren a las Nubes, Argentina


Meskipun rute kereta ini menghubungkan Salta (di utara-sentral Argentina) ke La Polvorilla (di perbatasan Chile) telah disetujui untuk konstruksi pada tahun 1921, yang pada akhirnya selesai pada tahun 1948. Anda coba merasakan jalur kereta ini : melewati 21 terowongan, melintasi 13 jembatan diatas jalan, dan banyak melewati jalur spiral dan zigzag.

6. Lynton & Lynmouth Cliff, Inggris


Anda bisa merasakan hal yang menyeramkan ketika didalam kereta ini. Sesuai dengan namanya, ringkasan pendek dan manis seperti roller-coaster turunan curam 500-kaki tebing yang membentang kedua arah barat daya kota-kota pesisir.

7. White Pass & Yukon Route, Alaska


Dibangun selama Klondike Gold Rush pada tahun 1898, kereta uap ini sekarang menjadi objek wisatawan mencari sensasi daripada penggali. Lebih dari membuat jalur yang menempel tebing ini didatangi oleh lebih dari 450.000 pengunjung per tahunnya, dengan menaiki tebing hingga 3.000 meter sejauh 20 mil. Jalur ini telah diabadikan menjadi “Historic International Civil Engineering Landmark”.

8. Chennai-Rameswaram Route, India


untuk bisa mencapai pulau Rameswaram dari pantai paling selatan India anda harus menggunakan kereta yang mempunyai jalur berbahaya ini. Jalur yang dibuat pada tahun 1914 ini, mempunyai panjang 1.4 mil jauhnya. Dan yang paling menyeramkan adalah jalur ini melewati daerah pusat angin puyuh yang berbahaya.

9. Georgetown Loop Railroad, Colorado


Pada akhir abad 19, ketika bagian barat laut Colorado dipenuhi dengan tambang perak, kereta uap lah satu-satunya akses. Yang paling menakutkan adalah anda harus melewati Devil's Gate High Bridge, setinggi 100-kaki, dan ketika berada diatas jembatan itu, kereta akan melewati dengan perlahan-lahan seperti tidak kuat menahan beban.

10. Aso Minami route, Jepang


Jalur kereta paling mengerikan ini berada di area Gunung berapi di Jepang yang paling aktif dan anda tidak tahu kapan gunung itu akan meletus. Para wisatawan lebih memilih datang ketika awal bulan November ketika hutan yang berada di dekat jalur kereta ini terbakar oleh magma-magma yang sangat panas dikarenakan aktifitas gunung berapi Aso tersebut.

SUMBER
http://nantaku88.blogspot.com/2011/08/10-peringkat-jalur-kereta-api-paling.html





Peran Perpustakaan di Pondok Pesantren dalam Mencetak Cendekiawan Muslim


 Urgensi Peran Perpustakaan dalam Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren: Mencetak Cendekiawan Muslim Berbasis IPTEK yang Berakhlakul Karimah. 


 

Perpustakaan sebagai hasil budaya mempunyai fungsi sebagai sumber informasi, sumber ilmu pengetahuaan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan (kepres no. 11 th 1998). Selain itu, perpustakaan seperti yang tertulis dalam UU RI no. 43 tentang perpustakaan, pasal 3, juga berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Seringkali juga dikatakan bahwa perpustakaan merupakan jantungnya informasi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan. Perpustakaan merupakan sumber belajar yang sangat penting, dan bertugas sebagai media penyampai publikasi kekayaan intelektual serta sarana pendukung kegiatan pendidikan.

Pernyataan diatas merupakan cermin pentingnya perpustakaan, oleh karena itu keberadaan perpustakaan dapat dikatakan sebagai keharusan dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi dalam dunia islam, sudah kita ketahui bersama bahwa besarnya peradaban islam identik dengan keberadaan perpustakaan, seperti yang pernah disinggung oleh H. Amin Haedari (Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI), dalam workshop pengembangan perpustakaan pondok pesantren di Hotel Syahid Yogyakarta. Pada sambutannya diceritakan berdirinya beberapa perpustakaan besar pada masa lalu, seperti Baitul Hikmah di Baghdad, perpustakaan Ibnu Suwar di Basrah, dan Darul Hikmah di Kairo, memberikan pesan bahwa Islam telah memberi kontribusi besar bagi intelektualisme dan peradaban dunia. Jadi bisa dikatakan, perpustakaan merupakan sarana penting yang tidak dapat ditingggalkan dalam memajukan dan mengembangkan masyarakat islam.

Pondok pesantren sebagai cerminan dari pendidikan asli Indonesia, sebagai pewaris keilmuan islam dan sebagai embrio untuk meneruskan warisan kejayaan islam masa lalu, selayaknya mengikuti jejak dan cara ini untuk lebih mengembangkan dan menciptakan intelektual masa kini. Data terakhir Tempo (21 september 2009) departemen agama mencatat ada sedikitnya 21.000 pesantren di seluruh tanah air, dengan hampir empat juta santri. Dimaksudkan dengan keberadaan perpustakaan yang tidak hanya sekedar digunakan sebagai tempat untuk membaca buku dan kitab-kitab pengetahuan, tetapi juga digunakan sebagai sumber belajar (student center) bagi para ustadz dan santri pondok pesantren serta masyarakat sekitarnya.

Seperti yang terjadi pada perpustakaan pondok pesantren Sidogiri, Pasuruan. Keberadaan perpustakaan di pondok pesantren ini tidak hanya digunakan sebagai rujukan, akan tetapi juga digunakan sebagai sarana pendidikan alternatif dalam mengembangkan masyarakat pondok pesantren. Hal ini dimungkinkan karena perpustakaan sendiri digunakan sebagai sarana belajar dan mengembangkan intelektual santri, ustadz, maupun masyarakat sekitar pondok.

Contoh lain pengembangan fungsi perpustakaan, adalah seperti yang dilakukan perpustakaan pondok pesantren Al Hikmah, Brebes, Jawa Tengah. Perpustakaan ini digunakan sebagai media atau wadah para santri dalam mencurahkan uneg-unegnya, berupa tulisan artikel ataupun opini. Bahkan, di pondok pesantren Tebuireng, Jombang, perpustakaan digunakan untuk mengembangkan minat baca para santri atas buku, yakni dengan mewajibkan para santri untuk membaca minimal satu buku setiap minggu dan membuat ringkasan isi buku yang dibacanya.

Dari contoh-contoh di atas, harus disadari bahwa di era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, perpustakaan dapat dikatakan sebagai jantungnya pondok pesantren dalam rangka memperkuat tradisi keilmuan dan keintelektualan, karena mau tidak mau disaat dinyatakan lulus dari pondok pesantren, para santri akan langsung dihadapkan dengan kehidupan nyata yang memerlukan pengetahuan kompleks. Oleh karena itu perpustakaan dapat dipandang sebagai sarana pondok pesantren dalam memberikan pengetahuan luar guna keperluan bersosialisasi dengan masyarakat. Hal ini dapat ditempuh perpustakaan dengan cara menyediakan buku-buku yang beragam, tidak hanya menitikberatkan pada koleksi yang berisifat keagamaan, akan tetapi juga koleksi yang bersifat umum (pengetahuan umum). Selain sebagai sarana untuk bersosialisasi dengan dunia di luar pondok pesantren, keberadaan buku-buku pengetahuan yang bersifat umum ini juga dirasa penting dalam mengembangkan masyarakat pondok pesantren yang melek teknologi dan informasi, terlebih di era globalisasi yang serba cepat dalam perkembangan segala aspek.

Dengan berkembangnya masyarakat pondok pesantren menuju masyarakat intelektual lewat pengembangan perpustakaannya, maka diharapkan pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai pencetak cendekiawan muslim yang berakhlakul karimah, akan tetapi pondok pesantren juga dapat mencetak cendekiawan muslim yang berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan yang berakhlakul karimah. Dalam artian, masyarakat pondok pesantren dapat mengembangkan ilmu pengetahuan keislaman dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berdasarkan akhlakul karimah, dan perpustakaan pondok pesantren dapat dijadikan sebagai center of knowledge dalam proses pengembangan tersebut.
Dalam Pengembangan perpustakaan pondok pesantren seperti ini, mungkin pondok pesantren tidak dapat melakukan secara mandiri, akan tetapi pondok pesantren memerlukan kerjasama dengan instansi terkait guna mengembangkan perpustakaan, seperti halnya perguruan tinggi. Karena perguruan tinggi adalah tempat dimana para praktisi propersional berada dan juga merupakan lembaga pendidikan tertinggi dalam pengembangan pendidikan di negara ini. Maka secara otomatis perguruan tinggi juga mempunyai tanggung jawab dalam hal pengembangan pendidikan, lebih khusunya pada pondok pesantren. Terlebih lagi kalau kita melihat Universitas Airlangga dengan motto Excellence with MoraltyNya. Seperti yang sudah dikatakan oleh Prof. Dr. H. Fashich, Apt. (Rektor Universitas Airlangga), beliau memandang bahwa Excellence with Moralty adalah meraih keunggulan berbasis moralitas dalam setiap langkah dan ruang gerak yang dilakukan dengan cara menjiwai dan memberikan makna yang bernilai lebih dalam (warta unair,2010). Jadi dari motto ini memungkinkan dapat dijadikan dasar Universitas Airlangga untuk melakukan kerjasama dengan pondok pesantren guna mengembangkan masyarakat pondok pesantren, khususnya pada perpustakaan pondok pesantren.

Integrasi antara pondok pesantren dan Universitas Airlangga melalui perpustakaan pondok pesantren, diharapkan dapat dijadikan sebagai jembatan hubungan simbiosis mutualisme yang akan menghasilkan cendikiawan muslim bebasiskan IPTEK yang berakhlakul karimah, yang akan menjunjung tinggi motto yang disandang oleh Universitas Airlangga dalam menghasilkan cendekiawan yang dapat merefleksikan sesuatu yang menjadi pesan dari motto “Excellence with Moralty”, karena pandangan saya sebagai penulis, Excellence with Moralty mempunyai makna yang sangat luas dan sangat mendalam yang sangat diperlukan oleh semua kalangan untuk dijadikan pijakan dasar dalam kehidupan bermasyarakat, tidak terkecuali santri pondok pesantren. Terlebih lagi bagi mahasiswa Universitas Airlangga yang berstatus santri diharapkan dapat menjadi barisan terdepan dalam merfleksikan motto Universitas Airlangga.

M. Ananta Jauhar A
Dan Koordinator Forum Generasi Santri Intelektual (Forum GeSI)

SUMBER
 http://nantaku88.blogspot.com/2011/07/urgensi-peran-perpustakaan-dalam.html
--------------



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

page