**************************

Rabu, 06 Juli 2011

Pembangunan Jembatan

PEMBANGUNAN JEMBATAN



Pembangunan Jembatan IBS SMPIT Ishlahul Ummah Pekalongan telah dimulai beberapa waktu yang lalu. Jembatan yang dibuat  diatas sungai Kalibanger adalah untuk menghubungkan  antara jalan Ir. Sutami dengan Komplek Kampus IBS Ishlahul Ummah Pekalongan.

Dengan harapan cepat rampung, akan segera menyusul yang pertama pembangunan masjid Kampus IBS SMPIT Ishlahul Ummah Pekalongan. Donasi dan bantuan para Dermawan sangat menentukan cepat atau lambatnya penyelesaian dan tahapan-tahapan pembangunannya.
------------

Donasi / Sumbangan

DONASI / SUMBANGAN



Donasi/Sumbangan dapat disetorkan melalui Bank BNI Syari'ah No. Rekening : A.C. 0149919071 a.n. YP2SI Al-Ummah, atau diserahkan melalui :

Pusat Informasi Pembangunan :
IBS SMPIT ISHLAHUL UMMAH PEKALONGAN

1. Sekretariat YP2SI Al-Ummah
Gedung TKIT 2 Lantai 2, Jl. Manunggal II 5-6 Kraton Lor
Contact Person : Drs. Bambang Subekti, HP: 0285 8172021

2. Amir Syarifudin
 Kampus 2 SDIT Ulul Albab Pekalongan
 Jl. Manunggal Gg 2 No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan.

3. M Denada Foriyanto
Kampus I SDIT Ulul AlBab Pekalongan
Jl. Hayam Wuruk, Pesindon Gg IA/14 Bendan Pekalongan
Untuk lebih jelas, informasi bisa langsung hubungi nama-nama berikut ini : 


Photobucket

Tak Ubahnya seperti Kelelawar


TAK UBAHNYA SEPERTI KELELAWAR
Oleh : DR. Ali Al Hammadi



Oleh: DR. Ali Al Hammadi*
Dalam kesempatan ini, saya ingin mengarahkan pembicaraan lebih khusus kepada para juru dakwah, orang-orang yang berusaha melakukan kebaikan dan memburu pahala dari Allah swt. Juga kepada semua Muslim yang memahami firman Allah swt,

"Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, Kami akan menambahkan baginya keuntungannya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan padanya sebagiannya saja dan tidak ada baginya bagian keuntungan di akhirat." (QS. Asy-Syuro: 20)


Sebelum saya menyampaikan kalimat singkat kepada saudara-saudaraku tercinta, para da'i dan para pejuang kebaikan, saya ingin mereka menghayati lebih dahulu firman Allah SWT, "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan melakukan amal shalih lalu mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah orang-orang Muslim." (QS. Fushilat : 33).

Imam At Turmudzi meriwayatkan hadits Hasan Shahih, dari Abu Umamah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. "

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, "Kedudukan dakwah merupakan kedudukan paling tinggi dari seorang hamba."

Dan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, Rasulullah saw bersabda: "Seorang Mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas perlakuan dari mereka, itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak mau berbaur dengan manusia dan tidak bersabar atas perlakuan manusia." (HR. Ahmad dan At-Turmudzi).

Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah memuji para ulama dan penyeru agama Allah dalam kitabnya, Ar Radd 'ala Zanadiqah wal Jahmiyah: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di setiap zaman di antara celah waktu para Rasul, tersisa orang-orang ahli ilmu yang menyerukan orang yang tersesat untuk kembali pada hidayah, menerangkan siapa yang mengalami derita, menghidupkan orang mati dengan Kitabullah, membangunkan ilmu dengan cahaya Allah. Berapa banyak korban yang telah mati karena Iblis dibangunkannya lagi. Berapa banyak orang yang tersesat ditunjuki kembali. Betapa baik pengaruh mereka di antara manusia, sementara betapa buruk sikap manusia kepada mereka."

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan tentang orang-orang yang meninggalkan amar ma'ruf nahyul mungkar di antara para ahli zuhud dan ahli dzikir:

"Mereka dalam pandangan para ulama adalah orang yang minim agamanya. Agama apakah, kebaikan apakah, dari orang yang melihat keharaman Allah diterjang dan batas-batas syariatnya disia-siakan, agama Allah dan sunnah Rasul-Nya dibenci. Sementara ia tetap dalam hati yang dingin dan lisan yang terkatup? Syaitan yang bisu. Adakah agama bagi orang yang menyerahkan segala urusan mereka tanpa peduli dengan apa yang terjadi atas agama. Mereka itu, bersamaan dengan terjatuhnya kedudukan mereka dari pandangan Allah dan kemurkaan Allah atas mereka, menerima dunia dengan sangat bangga dan mereka tidak menyadari bila mengalami kematian hati. Hati itu, setiap kali kehidupannya makin sempurna, maka kemarahannya karena Allah dan Rasul-Nya akan lebih kuat dan perjuangannya mendukung agama Allah akan semakin sempurna."

Abul Faraj Abdur Rahman Ibnul Jauzi mengatakan, "Orang-orang zuhud kedudukannya sama dengan kedudukan kelelawar. Mereka mengubur diri mereka sendiri dengan menyendiri dari memberi manfaat kepada manusia, padahal bila mereka berbaur dengan manusia itu akan menjadi kebaikan karena mereka bisa melakukan kebaikan secara berjamaah. Tapi mereka adalah orang-orang pengecut. Adapun orang-orang yang berani, mereka belajar dan mengajarkan manusia. Inilah kedudukan para nabi alaihimussalam."

Seorang faqih asal Kufah bernama Amir Asy-Sya’bi mengatakan, “Ada orang-orang yang keluar dari kota Kufah dan tinggal di pinggiran kota untuk fokus melakukan ibadah. Lalu hal itu disampaikan kepada Abdullah bin Mas'ud ra yang lalu mendatangi mereka. Mereka gembira didatangi oleh sahabat Rasulullah saw. Abdullah bin Mas'ud berkata kepada mereka, "Apa yang kalian lakukan di sini?" Mereka menjelaskan, bahwa mereka ingin keluar dari keramaian manusia untuk melakukan ibadah. Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Jika semua manusia melakukan apa yang kalian lakukan, lalu siapakah yang akan berperang melawan musuh?".

Siapapun yang merenungkan nasehat-nasehat dan kisah di atas akan menyimpulkan bahwa dakwah kepada Allah adalah kemuliaan yang tak mungkin dimiliki kecuali oleh orang yang hidup untuk-Nya dan berkorban di jalan-Nya, hingga mati di atas-Nya. Kewajiban dakwah yang disadari para juru dakwah, menjadikan mereka sebagai orang-orang yang paling banyak bergerak dibandingakan manusia lain. Dan merekalah, orang-orang yang paling besar pengaruhnya terhadap manusia, paling tinggi semangatnya, paling cepat inisiatifnya, paling lapang dadanya.**

---------
*DR. Ali Al Hammadi, Direktur Creative Thinking Center Dubai UEA, seorang da'i sekaligus pakar HRD ternama di Timteng.

Sumber : pkspiyungan.blogspot.com
------------------  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

page